Desa Sangatta Selatan Kedatangan 27 Mahasiswa KKN Universitas Gadjah Mada


SANGATTA- Bupati Kutai Timur (Kutim) Ismunandar mengapresiasi positif kedatangan 27 mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM), Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang ingin melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata dengan Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) di daerah ini. Menurut Bupati secara umum Pemkab Kutim mendukung program dimaksud karena berdampak positif pada masyarakat. 
 
“Semoga hadirnya adik-adik mahasiswa di Kutim bisa melihat realita. Karena Desa Sangatta Selatan dengan pemukiman padat, fasilitas umum yang banyak dan baru saja ‘merdeka’ dari TNK (Taman Nasional Kutai). Semoga disiplin ilmu dapat dipraktikkan,” harap Ismunandar saat menerima puluhan mahasiswa tersebut di Gedung Serbaguna Desa Sangatta Selatan, Kecamatan Sangatta Selatan, Senin (12/6) lalu.
 
Sebagai tambahan wawasan, dijelaskan oleh Bupati bahwa Kecamatan Sangatta Selatan berbatasan langsung dengan TNK. Didalamnya ada potensi wisata alam dan baru saja menikmati enclave dari Pemerintah Pusat. Sangatta Selatan memiliki berbagai keunikan diantaranya seperti pohon ulin terbesar didunia berdiameter mencapai 2,47 meter. 
 
Ismu mengatakan, penetapan TNK dengan fakta ternyata sudah lebih dulu ada masyarakat yang tinggal didalamnya, bahkan sejak lama, adalah suatu kekeliruan. Untuk itu kondisi ini harusnya menjadi pembelajaran untuk semua pihak, terutama Pemerintah Pusat. Agar tidak memandang Indonesia dari sebelah mata, yakni tidak melihat fakta kondisi didaerah. Selanjutnya berkat persetujuan enclave tersebut, akhirnya sejak 2016 Pemkab Kutim sudah bisa menyalurkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) untuk Kecamatan Sangatta Selatan. 
 
“Desa Sangatta Selatan dipersiapkan menjadi desa percontohan, untuk desa perkotaan. Didalamnya ada sektor pendidikan dengan peningkatan sumber daya manusia (SDM), sosial budaya dan penanganan kesehatan masyarakat,” ungkap Ismu.
 
Camat Sangatta Selatan Hasdiah menambahkan, saat ini penduduk di wilayahnya mencapai 23.441 jiwa, 6.155 kepala keluarga (KK) dengan 128 Rukun Tetangga (Rt) dan memiliki 33 Dusun tersebar di tiga desa dan satu kelurahan. Seperti Desa Sangatta Selatan, Sangkima serta Desa Teluk Singkama dan Kelurahan Singa Geweh.
“Kecamatan Sangatta Selatan dihuni berbagai macam suku diantaranya Kutai, Banjar, Dayak, Jawa dan Bugis dengan luas wilayah 50 ribu Km2 dengan berbagai karasteristik,” ujar Hasdiah.  
 
KKN-PPM menurut Hasdiah merupakan salah satu cara pendekatan kepada masyarakat sebagai wujud pengimplementasian ilmu pengetahuan dan keterampilan. Sehingga dapat memberikan manfaat agar dapat berhasil guna. Selain pengimplementasian ilmu, mahasiswa hendaknya memperhatikan adat istiadat serta aturan-aturan yang ditetapkan kampus. 
 
“Bangun komunikasi dengan semua pihak, semoga kehadiran adik-adik di Kecamatan Sangatta Selatan dapat dirasakan manfaatnya oleh semua pihak,” harap Hasdiah.  
 
Koordinator mahasiswa KKN UGM 2017 Desa Sangatta Selatan, Fathi Almirhea menjelaskan bahwa tujuan ia dan rekan-rekannya ke Kutim adalah melaksanakan tri dharma perguruan tinggi. Diantaranya berkewajiban melaksanakan KKN-PPM agar dapat meningkatkan kepekaan masyarakat dalam mengembangkan dan memajukan kesejahteraan di wilahnya masing-masing. 
 
Dia menjelaskan KKN-PPM yang bakal berlangsung selama dua bulan ini mengusung tema “Pembangunan Kawasan Pinggiran Hutan Agribis-Lestari Berbasis Information Comunication dan Technology (ICT) Untuk Pengembangan Potensi Wilayah”. Menuut dia ICT penting dalam pengembangan kapasitas masyarakat.    
 
“Kami datang mencari masalah untuk (selanjutnya) menemukan solusi yang terbaik sesuai disiplin ilmu. Semoga kegiatan serupa dapat dilanjutkan hingga masa yang akan datang,” jelas Fathi Almirhea Mahasiswi Fakultas Geografi UGM Yogyakarta. (hms8)

Comments